Motif Truntum Kuncoro

Rp75,000

Kain katun prima
UK 105*240
Proses pembuatan full print
Pewarnaan sogan
Harga 75.000

Description

Motif Truntum Kuncoro

Kain katun prima
UK 105*240
Proses pembuatan full print
Pewarnaan sogan
Harga 75.000

Hal itu bermula pada sejarah ketika batik jenis truntum ini pertama kali diciptakan. Sekitar tahun 1749–1788 M, seorang permaisuri bernama Ratu Kencono atau Ratu Beruk, merasa diabaikan oleh suami karena kesibukan dan sebab ia harus memerhatikan selir barunya. Ratu Kencono yang merupakan permaisuri Paku Buwono III Surakarta Hadiningrat itu, mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup pada suatu malam. Hingga datanglah sebuah gagasan. Katakanlah semacam inspirasi. Ia melihat langit yang cerah dan bertabur bintang, dan kerlip bintang itulah yang menemani kesepiannya. Ia pun mencium harum bunga tanjung berjatuhan di kebun persinggahannya sebagai bagian dari ide. Ia terus berupaya mendekatkan diri pada Tuhan sambil mulai membuat karya batiknya demi mengisi kekosongan. Membatik baginya seperti halnya berdzikir.

Selang berapa lama kemudian, sang raja menemukan permaisurinya tengah membatik sebuah kain yang indah. Hari demi hari, sang raja pun memerhatikan kesibukan baru sang permaisuri dan kain indah yang dihasilkan. Teriring juga perasaan kasih sayang yang kembali muncul. Itulah mengapa banyak yang menyebut truntum sebagai simbol cinta raja yang bersemi kembali.

Selengkapnya ada di sini

Ketika hajatan pernikahan, batik lawasan motif truntum tidak bisa dipisahkan dari upacara tersebut.
Motif truntum biasanya dikenakan oleh orang tua pengantin pada waktu temu pengantin (pahargyan panggih).
Salah satunya adalah batik lawasan Truntum Kuncoro.
Makna filosofis dalam motif  Truntum adalah menuntun, sebagai orang tua berkewajiban menuntun kedua mempelai memasuki hidup baru yang banyak liku-liku.

Alternatif lain batik yang dikenakan orang tua pengantin adalah di sini

 

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Motif Truntum Kuncoro”